Beberapa Bahaya Gigi Berlubang Yang Harus Di Ketahui – Banyak orang yang belum memahami bahaya gigi berlubang yang tidak segera di tangani. Akibatnya kebanyakan penderitanya baru menyedari dampak dari kerusakan gigi saat sudah mengalami komplikasi serius. Masalah gigi berlubang atau karies gigi sangatlah umum sehingga di abaikan. Padahal, jika gigi berlubang tidak segera di tangi, risiko kompliasi serius akan semakin meningkat. Dalam kasus yang parah, kerusakan gigi bahkan dapat berpengaruh terhadap fungsi organ lain seperti jantung dan otak. Berikut di ada di bawah ini ada beberapa bahaya gigi berlubang yang harus di ketahui.
Terbentuknya Abses Gigi
Abses gigi adalah kemunculan kantong nanah pada sekitar gigi dan gusi, Dengan kondisi terjadi saat infeksi akibat gigi berulang menyebar ke jaringan lunak pulpa, mulut atau rahang. Umumnya, kantong nanah berisikan campuran protein, sel darag putih, bakteri, dan jaringan yang sedikit mati. Kehadirannya dapat memicu rasa sakit dan membuat jaringan sekitarnya lebih sensitif. Ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan perlu segera mendapatkan penanganan doker. Jika di biarkan, kamu akan berisiko mengalami komplikasi lanjutan yang lebih serius.
Rasa Nyeri Yang Parah
Rasa nyeri biasanya muncul ketika lubang pada gigi telah mencapai bagian lapisan gigi paling dalam (pulpa). Kondisi ini menimbulkan nyeri yang terasa berdenyut pada gigi. Dalam kasus yang parah, rasa nyeri dapat menyebar hingga telinga dan rahang. Hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala pada orang-orang dengan gigi berlubang. Selain itu, nyeri akibat gigi berlubang juga bisa berpengaruh terhadap emosi pemiliknya. Kamu mungkin akan menjadi mudah marah jika mendengar suara bising saat sakit gigi.
Meningkatnya Risiko Penyakit Gusi
Bahaya lainnya dari gigi berlubang yang terinfeksi yakni gingivitis ( radang gusi). Penyakit ini membuat gusi meradang, bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah. Dalam kasus yang parah, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis. Penyakit ini terjadi saat infeksi mulai menyerang jaringan penopang gigi (struktur bagian dalam gusi). Maka dari itu, kamu harus segera mendapatkan penanganan dari dokter gigi saat menyadari gejala radang gusi. Pengobatan nantinya akan di sesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi kamu.
Baca Juga: Daftar Pereda Nyeri Otot atau Sendi Salep dan Cream Terbaik
Berisiko Sebabkan Gigi Patah
Ketika lubang sudah meluas dan berukuran besar, gigi berisiko patah. Risiko ini akan semakin bertambah jika kamu sering mengonsumsi hidangan dengan tektur keras. Untuk mengurangi risiko gigi patah, segera periksakan diri ke dokter saat gigi berlubang. Dalam kasus yang belum parah, gigi bisa di perbaikan dengan tambalan. Namun, apa bila patahan gigi sudah mendapai akar, dokter biasanya akan memutuskan cabut gigi. Nantinya, gigi yang di cabut bisa di ganti dengan gigi palsu agar kamu tetap percaya diri.
Menyebabkan Penyakit Jantung
Sudah banyak peneliti yang mengaitkan penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan risiko penyakit jantung. Gusi yang bengkak dan terluka dapat menjadi jalkan bagi bakteri mulut untuk memasuki aliran darah. Bakteri mulut untuk memasuki aliran darah. Bakteri dapat terbawa ke jantung dan menyebabkan infeksi pada otot bagian dalam jantung (infective endocarditis). Risiko ini biasanya lebih tinggi pada pengidap gigi berlubang yang mengalami periodontitis. Maka dari itu, penanganan perlu segera di lakukan saat kamu menyadari gejala peradangan pada gusi.
Gigi Copot
Satu lagi bahaya dari gigi berlubang yang tidak segera di tangani ialah gigi copot. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan saat makan dan berbicara. Selain itu, gigi yang copot sering kali menurunkan kepercayaan diri pemiliknya ketika tersenyum.
